Gambar dari sini
Untuk Bapakku,
Engkau langit bumiku, kaulah tertulis jembatan menuju Surga
dia lelaki yang menjernihkan mataku memandang dunia
yang mengawali pagiku...tlah tersemat dan kupanggil dia...."BAPAKKKKK"
Otot keras itu terkikis waktu pada tubuhnya
Meski engkau tak lagi muda atau perwira
Segaris senyum bijak alangkah makin mulia
Jadi anjungan tempat berlabuh semua anaknda
tetap segar wajah gagah tegar rupa
Tangan kasih hebat kuat menuntun
Dekap erat pokok hutan lebat
Sorot mata matahari kembar juga purnama
”le jadilah engkau penuntun, Aku hanya ingin kau jadi daun pepaya. Walau ia tiada rupa,ia adalah daun obat yang sangat baik le”
